ELEMENTARY – Versi Modern dari Karakter Sherlock Holmes

ELEMENTARY – Versi Modern dari Karakter Sherlock Holmes

 

 

Pertama kali melihat trailer elementary di salah satu saluran tivi swasta, tak pernah mengira kalau Itu cerita  tentang salah satu detective terkenal sepanjang masa “Sherlock Holmes”. Pasalnya, gambar yang ditayangkan adalah sepasang manusia yang menurut saya lebih pantas menjadi cerita tentang Pasangan kekasih ketimbang kisah detektif.

Namun, ketika entah kali ke berapa trailer itu mampir di pandangan dan saya tersadar bahwa itu cerita tentang Sherlock Holmes, membangkitkan minat untuk mencoba menonton sejak episode pertama.

Tetapi, saya menjadi terbengong-bengong menyaksikan film ini kemudian mencoba membandingkannya dengan novel aslinya. Sebab, benar-benar susah untuk dibandingkan. Dan memang sepertinya bukan Itu tujuan pembuatan film ini.

Meskipun karakter tokohnya seperti jungkir balik berbeda dengan karakter dalam novel, tetapi untuk karakter Sherlock Holmes benar-benar seperti penggambaran novelmya. Gaya bicaranya, cara deduksinya membuat saya mampu membayangkan Johny Lee Miller sebagai Sherlock Holmes. Tetapi sebaliknya yang terjadi dengan sosok Watson. Yang saya tahu dari novel, Watson adalah seorang dokter laki-laki. Makanya ketika Watson digambarkan sebagai seorang perempuan cantik, saya tak pernah membayangkannya sebagai cerita tentang Sherlock Holmes dan Watson.

Tetapi di situlah uniknya, keberhasilan salah satu serial yang diusung CBS ini. Meskipun merombak hampir seluruh karakter dalam cerita aslinya, sebagai sebuah film detektif, elementary sukses menyampaikan idenya.

Setelah menonton hampir seluruh episode di sesi pertama secara maraton (karena saya tidak sejak awal menyadari keberadaan film ini), saya harus memberikan penilaian 2 jempol buat film ini.

Meskipun tetap masih terbengong-bengong dikagetkan oleh karakter-karakter tokohnya.(termasuk kehadiran Moriarty yang disebutkan merupakan kekasih Sherlock), hampir setiap episodenya menarik untuk ditonton. Keseluruhan adegannya masuk akal, logis sesuai karakter Sherlock Holmes.

Perubahan setting di Amerika dan bukan London juga tidak terlalu merusak ide cerita. Sebab setiap lokasi yang menjadi latar, benar-benar sesuai dengan cerita yang disajikan. Sehingga penonton tetap bisa menikmati ide cerita secara utuh meskipun jauh beda dengan Versi aslinya.

Koleksi novel Sherlock Holmes saya kebanyakan berupa  kumpulan penggalan kisahnya. Tetapi, tetap mampu membuat saya punya gambaran yang utuh tentang sosok seorang Holmes. Ternyata begitu juga yang terjadi ketika menonton Elementary. Meskipun berbeda dengan konsep aslinya setiap kisah di Elementary tetap bisa dinikmati sesuai akhirnya.

Berawal dari cerita pertemuan antara Watson — seorang  mantan dokter bedah yang kemudian memilih menjadi pendamping pasien pecandu yang ternyata Sherlock Holmes, cerita mengalir runtut dan asyik. Termasuk episode-episode akhir yang bercerita tentang Moriarty yang ternyata mantan kekasih Sherlock yang dianggapnya telah mati, tetap logis dan asyik diikuti.

Jadi, akhirnya saya memutuskan akan tetap mengikuti serial film ini seterusnya. Sebab, menarik sekali belajar tentang deduksi ala Sherlock yang kemudian diajarkan kepada Watson yang merupakan kunci keberhasilanya membantu Scotland Yard di London dan NYPD di Amerika ini.

 

 

 

Referensi:

  1. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Elementary_(seri_TV)
  2. https://m.imdb.com/title/tt2191671/
  3. https://geeknonton.com/2016/01/review-elementary-season-1-episode-1-pilot/
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.