5 Tips Menemukan Motivasi Menulis, untuk Menjadi Penulis Produktif

5 Tips Menemukan Motivasi Menulis, untuk Menjadi Penulis Produktif

 

 

Ability is what you’re capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it.

Lou Holtz

 

Pernah berada pada kondisi stuck atau tidak bisa — bukan tidak mau — menulis? Lalu, apa yang kemudian dilakukan untuk keluar dari kondisi itu? Ingin tahu tipsnya? Yuk, simak dalam obrolan ringan pekan ini.

 

Motivasi itu, apa sih?

 

Setiap perjalanan akan selalu memerlukan kekuatan. Sebuah mobil tidak akan berjalan jika tidak memiliki kekuatan untuk membawa beban dirinya. Begitu juga dengan manusia, agar bisa menjalani hidupnya memerlukan sebuah kekuatan.

 

Sejarah juga mencatat bahwa dengan sebuah kekuatan telah banyak membuktikan dapat mengalahkan kekuatan-kekuatan besar yang secara matematis dan logika tidak mungkin untuk dilawan. Kekuatan inilah yang disebut motivasi.

 

Menurut wikipedia, motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Sedangkan berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan teori Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah ‘alasan’ yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu.

 

Jadi sudah jelas bahwa motivasi adalah semua alasan yang melatarbelakangi seseorang untuk melakukan sesuatu.

 

Kebutuhan Manusia sebagai Motivasi paling Dasar

 

Ada banyak hal yang bisa menjadi sumber motivasi bagi seseorang, di antaranya adalah orang-orang terdekat di sekitarnya, lingkungan (baik lingkungan di rumah tempat tinggalnya, lingkungan pergaulan maupun lingkungan kerja), keinginan untuk membuat perubahan, menjadi terkenal, mendapatkan kekayaan dan kesejahteraan dan lain sebagainya.

 

Namun dari berbagai sumber motivasi tersebut, kita bisa kelompokkan menurut teori motivasi yang paling terkenal yaitu teori hierarki kebutuhan milik Abraham Maslow.

 

Abraham membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu

  1. Fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya),
  2. Rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional),
  3. Sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan),
  4. Penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan
  5. Aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).

 

 

Motivasi Terbaik

 

Dari kelima hierarki kebutuhan tadi, menurut saya, kebutuhan fosiologis adalah sumber motivasi terkuat untuk melakukan sesuatu. Karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yang harus segera dipenuhi. Sehingga kebutuhan itu akan melahirkan kekuatan untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk pemenuhannya.

 

Begitu juga dalam hal kepenulisan, hierarki kebutuhan ini bisa menjadi dasar seorang penulis tetap eksis atau menghilang tergilas jaman. Rasanya memang lebih baik mendasari keinginan menulis pada hierarki kebutuhan fisiologis. Karena identifikasi di alam bawah sadar jika tidak melakukan aktivitas menulis adalah kita akan kelaparan, sakit dan penderitaan lain yang dirasa sangat berat untuk diterima tubuh.

 

Tetapi bila ini yang menjadi dasar seseorang menulis, mungkin terlalu muluk untuk berharap akan mendapatkan kualitas tulisan terbaik. Karena biasanya, jika untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, tidak lagi penting untuk melakukannya dengan cara terbaik.

 

Menurut pendapat saya, motivasi yang terbaik adalah mendasari keinginan menulis pada hierarki kebutuhan level 4 dan 5. Karena pada level tersebut, aktivitas menulis tidak lagi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar melainkan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi yang tentu saja butuh keahlian yang lebih baik untuk melakukannya. Sehingga bisa diharapkan hasil tulisannya pun lebih baik dibanding yang  menulis dengan dasar kebutuhan level 1 dan 2.

 

 

5 Tips Menemukan Motivasi Terbaik dalam Menulis

 

Untuk menjadi penulis yang produktif — yang selalu rutin menghasilkan karya sepanjang hidupnya — tentu butuh motivasi yang kuat untuk tetap semangat melakukannya.

 

Banyak cara untuk menemukan motivasi terkuat yang akan membuat hasrat menulis selalu berkobar-kobar. Yang juga bisa mendorong pelakukanya untu terus mengembangkan skil, agar tetap eksis menjadi penulis. Sumber motivasi ini bisa dicari di mana saja. Namun, tempat terbaik adalah tetap dari dalam diri sendiri.

 

Kita cek sama-sama yuk, beberapa tips untuk menemukan motivasi menulis.

 

1. Cari Alasan Mengapa Kita menulis.

 

Motovasi paling kuat yang akan mengikat kita untuk menulis, biasanya adalah alasan atau latar belakang yang membuat kita mau menulis. Atau dengan kata lain, merupakan tujuan kita sehingga bersedia melakukan aktivitas menulis.

 

Setiap orang memiliki satu atau beberapa tujuan untuk menulis. Yang masing-masingnya tentu berbeda satu sama lain. Menemukan tujuan menulis, bisa memudahkan mencari opsi-opsi yang menyemangati kita untuk menulis.

 

Jika belum pasti apa tujuan menulis, bisa cari tahu dari daftar di sini ya

  1. Turut serta menjadi bukti sejarah.
  2. Memberi manfaat buat orang lain.
  3. Untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  4. Sarana membuktikan ilmu dan keahlian yang dimiliki.
  5. Sarana mengembangkan potensi diri.
  6. Sebagai salah satu cara untuk menghasilkan uang.
  7. Supaya terkenal.
  8. Sarana menyalurkan hobi.
  9. Sarana penyembuhan diri

 

Dari semua tujuan menulis di atas, salah satunya pasti menjadi alasan yang benar-benar mendasari keinginan untuk menulis. Jadikan alasan itu sebagai penguat semangat untuk menulis. Sehingga tak mudah berhenti bila menghadapi tantangan.

 

 

2. Perbanyak Bahan Bacaan dengan Berbagai Tema untuk Bahan Tulisan.

 

Kebanyakan penulis yang mengalami kemacetan dalam membuat tulisan baru, adalah karena hanya memiliki sedikit bahan yang bisa dituangkan dalam tulisan. Biasanya pula, kondisi ini terjadi akibat sedikit atau bahkan jarang sekali membaca.

 

Padahal membaca buat seorang penulis, sama saja fungsinya dengan makanan bagi manusia hidup. Jika manusia akan kelaparan bahkan bisa mati jika berhari-hari tidak makan, begitu juga dengan penulis yang tidak pernah membaca. Akan mati kehabisan ide.

 

Banyak cara untuk mendapatkan bahan bacaan. Jika dana untuk membeli buku terbatas, sahabat bisa memanfaatkan aplikasi perpustakaan — baik free atau berbayar — yang menyediakan banyak buku digital untuk dibaca.

 

Jadi, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak membaca. Yang ada hanya rasa malas yang tidak seharusnya dituruti.

 

Baca juga:

Membaca is A Tools to Menulis 

 

3. Buat Jadwal Menulis

 

Meskipun menulis memang bisa dijadikan sebagai profesi kedua, ketiga dan seterusnya (Saya tidak nyaman menggunakan istilah sampingan), kita harus menetapkan  waktu jadwal tertentu untuk menulis.

 

Waktu atau jadwal menulis ini, akan membuat otak kita menganggap bahwa menulis adalah penting. Bila jadwal menulis ini terus dilatih dan ditepati, maka dengan sendirinya  otak akan mengingatkan kita jika meninggalkan aktivitas ini.

 

Baca juga:

Berlatih Membuat Jadwal

 

 

4. Ikuti Komunitas Menulis

 

Manusia adalah makhluk sosial. Sehingga seringkali butuh dukungan dari pihak lain. Begitu juga dengan aktivitas menulis. Kita mungkin akan lebih terjaga motovasinya bila sering berkumpul bersama orang-orang dengan frekuensi yang sama, yaitu menulis.

 

Kita bisa memilih komunitas yang membuat nyaman dan memberi dorongan untuk terus produktif dalam menulis. Banyak komunitas yang memenuhi kriteria ini. Salah duanya adalah Easy Writing KLIP.

 

Saya sendiri tergabung di keduanya. Dan benar-benar merasakan sendiri efek baik yang memengaruhi produktivitas Saya dalam menulis. Kamu pun pasti akan mendapatkan efek yang, meski mungkin bukan dari komunitas yang serupa dengan Saya.

 

Baca juga:

Komunitas Menulis 

 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera bergabung dalam komunitas menulis yang kamu suka.

 

5. Tetap Bahagia dalam Menulis

 

Apapun aktivitas yang dilakukan, jika kita melakukannya dengan sukahati dan gembira, akan memberikan efek ketagihan atau perasaan tak pernah cukup untuk melakukannya.

 

Jika tidak bisa melakukan kegiatan yang kita cintai, maka, Cintai kegiatan yang kita lakukan.

 

Anonim

 

Untungnya rasa suka dalam melakukan suatu kegiatan bisa ditumbuhkan. Caranya adalah mencari sisi lain yang kita suka dari aktivitas tersebut.

 

Begitu juga dengan menulis. Boleh jadi kita tidak “suka banget” dengan aktivitasnya. Tetapi pasti ada satu atau dua poin dari menulis yang bisa menumbuhkan rasa suka bahkan mencintai kegiatan menulis.

 

Mungkin efek memenangkan challenge menulis atau imbalan yang didapat dari membuat tulisan. Apapun itu, kita harus mencarinya agar rasa suka bisa timbuh dan pada akhirnya membuat kita bahagia melakukan aktivitas menulis.

 

Itulah beberapa tips dalam menemukan semangat atau motivasi untuk terus menulis, supaya kita menjadi penulis produktif yang menghasilkan karya tulis yang berkualitas.

 

Temukan yang paling memotivasi, ya. Dan pegang erat-erat untuk menjaga konsistensi dan komitmen dalam menulis juga.

 

 

Referensi :

  1. Quote dikutip dari https://www.brainyquote.com/quotes/lou_holtz_450789
  2. Pratama, Cahya Dicky. 2020. “Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow. 31 Desember 2020. kompasiana.com. Diakses pada tanggal 21 Juli 2021.  <https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/skola/read/2020/12/31/140134369/teori-hierarki-kebutuhan-abraham-maslow>
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.